Mengenang "senja"
Jika malam menyapa lewat hujan, itu bisa Jika malamku disapa lewat sepi itu biasa Jika malam di rundung sunyi, Juga tak heran Jika malam di hampiri kecewa, itupun hampir terbiasa Jika malam dalam perasaan sendiri, Pun itu sama halnya dengan rutinitas Jika malam terhanyut amarah, Rasanya juga tak ada yang aneh Tapi.. Jika malam ku terkenang akan "SENJA" Itu hal yang tak lumrah, dan istimewa Si "Senja" yang kala itu tak satupun orang mengaguminya seperti ia yang kala itu senja hanyalah rutinitas pergantian waktu yang kala itu senja tak lebih sebagai pembatas siang dan malam yang kala itu senja hanya lah langit menguning dalam hampa tanpa sarat makna yang kala itu si senja terlampau asik bermain siluet , lewat tatanan kata nya yang kala itu si senja pun tak menyadari keberadaanya benar dalam "waktu senja" yang kala itu pada akhirnya malam menyapa senja lebih cepat. Kini senja tlah dikagumi jutaan penulis, penikmat syair Tapi..1hal Senja yang ku kenal Tak ...